INTERNASIONAL

Iran peringatkan respons atas blokade laut AS di Selat Hormuz, situasi regional kembali memanas

Teheran – Iran menyampaikan peringatan terkait meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz, setelah adanya tuduhan blokade laut yang disebut sebagai “tidak sah” oleh pihak Teheran.

Mengutip Press TV, seorang sumber keamanan senior Iran menyatakan bahwa kebijakan blokade laut yang dikaitkan dengan Amerika Serikat akan direspons jika terus berlanjut. Sumber tersebut menyebut bahwa Iran tengah mempertimbangkan “respons yang bersifat praktis” apabila situasi tidak berubah, tanpa merinci bentuk tindakan yang dimaksud.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas politik dalam negeri Iran. Media pemerintah melaporkan adanya mobilisasi massa di sejumlah kota yang disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan negara, bertepatan dengan peringatan hari besar keagamaan.

Di tingkat politik, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi tekanan eksternal. Sementara itu, pejabat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bagian angkatan laut menyatakan bahwa pihaknya tetap waspada terhadap potensi eskalasi di kawasan Teluk.

Dari sisi diplomasi, Iran kembali menuding adanya pelanggaran terhadap hukum internasional terkait operasi militer di kawasan, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil. Teheran juga menyatakan telah menyampaikan keberatannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menegaskan haknya untuk merespons tindakan yang dianggap merugikan.

Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap kondisi keamanan di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman energi global. Sejumlah pengamat menilai perkembangan tersebut berpotensi berdampak pada stabilitas pasar energi dan dinamika politik global.

Di Amerika Serikat, sejumlah laporan media menyebut adanya perdebatan di Kongres terkait biaya operasi militer di kawasan serta dampaknya terhadap ekonomi domestik. Sementara itu, indikator ekonomi seperti harga bahan bakar dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan terbaru dari pihak Iran tersebut.

Related Posts

1 of 31