JAKARTA – Nama Dr. Sugeng Riyanta bukan sosok baru di lingkungan Kejaksaan. Berbekal pengalaman di berbagai posisi strategis, ia kini dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026.
Keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Jaksa Agung RI, Burhanuddin, di Jakarta. Dalam penugasan barunya ini, Sugeng menggantikan Abd Qohar AF yang dipromosikan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan tinggi institusi terhadap kapasitas Sugeng, yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum, khususnya dalam penanganan tindak pidana korupsi.
Latar Belakang dan Perjalanan Pendidikan
Sugeng Riyanta lahir di Dusun Banaran, Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 November 1972. Ia tumbuh dan besar di lingkungan sederhana yang membentuk karakter disiplin dan pekerja keras sejak dini.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Muhammadiyah Banaran, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Galur. Setelah itu, ia hijrah ke Kota Yogyakarta untuk menempuh pendidikan di SMA Negeri 7 Yogyakarta.
Minatnya terhadap dunia hukum mulai terlihat sejak masa kuliah. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1992.
Tak berhenti di situ, ia memperdalam ilmunya dengan mengambil Magister Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang diselesaikannya pada 1996.
Puncak capaian akademiknya diraih pada 2019 saat ia berhasil menyandang gelar doktor ilmu hukum dari UNS. Disertasinya berjudul Model Kelembagaan Kejaksaan Sebagai Lembaga Negara yang Profesional dan Independen Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi diselesaikan dengan IPK 3,77, mencerminkan dedikasi tinggi terhadap penguatan institusi Kejaksaan.
Karier Panjang dan Strategis di Korps Adhyaksa
Karier Sugeng dimulai sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kejaksaan Negeri Kebumen. Sejak saat itu, ia terus mengasah kemampuan dan meniti karier di berbagai daerah dengan beragam tantangan.
Sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya antara lain:
- Kepala Seksi Penyidikan pada Asisten Tindak Pidana Khusus
- Koordinator di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah
- Kepala Kejaksaan Negeri Mukomuko
- Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau
- Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan TPPU pada Direktorat Penyidikan Jampidsus
- Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat
- Inspektur Muda pada Jaksa Agung Muda Pengawasan
- Asisten Tindak Pidana Umum
- Kepala Bagian Reformasi Birokrasi pada Jam Pembinaan
- Koordinator pada Jaksa Agung Muda Intelijen
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah
Sebelum menjabat sebagai Kajati Sultra, ia juga dipercaya sebagai Direktur pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen di Kejaksaan Agung.
Pengalaman panjang tersebut membentuk Sugeng sebagai aparat penegak hukum yang matang, khususnya dalam penanganan perkara korupsi dan penguatan sistem pengawasan internal.
Kepemimpinan di Pemerintahan: Pj Bupati Tapanuli Tengah
Tak hanya berkiprah di dunia penegakan hukum, Sugeng juga dipercaya menjabat sebagai Penjabat Bupati Tapanuli Tengah. Dalam peran ini, ia menunjukkan kemampuan manajerial yang kuat, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah.
Saat awal menjabat, APBD Tapanuli Tengah berada dalam kondisi defisit sekitar Rp43 miliar. Namun melalui langkah cepat dan terukur, ia berhasil membalikkan kondisi tersebut menjadi surplus Rp13,4 miliar per Desember 2023.
Strategi yang diterapkan meliputi:
- Pengendalian ketat arus kas daerah
- Efisiensi belanja, khususnya pada kegiatan yang tidak prioritas
- Pengetatan prosedur pencairan anggaran, terutama pada OPD strategis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pendidikan
- Mitigasi risiko keuangan secara cepat dan sistematis.
Kebijakan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah langkah tegasnya bahkan sempat mengusik kepentingan kelompok tertentu dalam birokrasi. Namun, hal itu justru menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Sosok, Karakter, dan Harapan ke Depan
Dikenal sebagai sosok tegas, berintegritas, dan berpikiran sistematis, Sugeng Riyanta juga memiliki sisi humanis. Ia dikenal menyukai seni tradisional wayang, yang mencerminkan kedekatannya dengan nilai-nilai budaya Jawa.
Dengan latar belakang akademik kuat, pengalaman luas di bidang hukum, serta rekam jejak kepemimpinan di pemerintahan, kehadiran Sugeng di Sulawesi Tenggara diharapkan mampu:
- Memperkuat penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi
- Meningkatkan profesionalisme dan independensi Kejaksaan
- Memperkuat fungsi pengawasan internal
- Meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi hukum
Penunjukan Sugeng Riyanta sebagai Kajati Sultra dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan institusi Kejaksaan di daerah, sekaligus harapan baru dalam menciptakan penegakan hukum yang lebih transparan dan berkeadilan.



















