NEWS

AHY Bahas Percepatan Trans Kie Raha Bersama Gubernur Sherly, Dorong Pemerataan Ekonomi Maluku Utara

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menerima Gubernur Sherly Tjoanda dalam pertemuan strategis yang membahas percepatan pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi di Maluku Utara.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (22/5/2026) itu menitikberatkan pada penguatan konektivitas wilayah, pengembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi, hingga percepatan pembangunan koridor strategis Trans Kie Raha.

Dalam pembahasannya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur terintegrasi untuk mendukung distribusi ekonomi di tengah pesatnya pertumbuhan industri nikel di wilayah tersebut.

Maluku Utara saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 34,3 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan itu ditopang sektor hilirisasi mineral, terutama industri nikel yang terus berkembang.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi menilai tantangan utama saat ini ialah memastikan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah.

Salah satu proyek prioritas yang dibahas adalah pembangunan jalan strategis Trans Kie Raha yang akan menghubungkan Sofifi dengan kawasan industri Weda dan Buli. Kehadiran koridor tersebut diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari 3,5 hingga 5 jam menjadi sekitar 1 jam.

Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat jalur logistik dan distribusi pangan menuju kawasan industri utama di Maluku Utara.

Pemerintah daerah juga menyoroti keterbatasan infrastruktur di Sofifi yang hingga kini masih bergantung pada akses melalui Bandara Sultan Babullah dan perjalanan laut dari Ternate.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,9 triliun kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mencakup pembangunan jalan, irigasi, infrastruktur dasar hingga penanganan pascabencana.

Menanggapi hal itu, AHY menegaskan pemerintah pusat akan memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.

“Kami melihat adanya visi yang kuat dan perencanaan yang matang. Kemenko Infrastruktur akan mengoordinasikan usulan ini dengan Bappenas, Kementerian PU, dan kementerian teknis lainnya agar pembangunan infrastruktur strategis dapat segera direalisasikan,” ujar AHY.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mendukung target Maluku Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur pada 2029.

Selain sektor industri, pembangunan konektivitas juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan pangan dan pariwisata berbasis potensi lokal di Maluku Utara.

Related Posts

1 of 785