PUSARAN.CO – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) untuk mengantisipasi dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia, harga minyak, hingga perekonomian nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis kemain.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi dan percepatan implementasi biodiesel B50.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, rapat tersebut dihadiri para menteri koordinator, menteri teknis, serta jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan guna membahas strategi menghadapi ketidakpastian global.
“Intinya baru saja kita mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan para menko dan para menteri teknis, termasuk jajaran pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan,” ujar AHY kepada wartawan usai rapat dikutip, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut AHY, pemerintah tidak hanya memantau perkembangan situasi dunia, tetapi juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi apabila konflik berlangsung lebih lama dan memengaruhi pasokan energi global.
“Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak,” ungkapnya.
Untuk menghadapi risiko tersebut, pemerintah menilai penguatan ketahanan energi menjadi prioritas. Diversifikasi sumber energi dan adopsi biodiesel B50 dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.
“Tentunya mengharuskan kita untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50,” jelas AHY.
Selain isu energi, pemerintah juga menaruh perhatian pada ketahanan pangan agar tidak terganggu akibat gejolak global. Hal itu diharapkan tidak akan berpengaruh pada fokus pembangunan yang sedanh digenjot dibsektor pangan.
AHY menegaskan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mendukung seluruh program prioritas pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas.
“Kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara juga dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, rapat juga membahas berbagai kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat. Pemerintah, kata AHY, berkomitmen menjaga daya tahan ekonomi nasional melalui kebijakan pro-rakyat sekaligus menyederhanakan regulasi agar implementasinya lebih efektif.
“Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi dan bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi,” pungkasnya.***











