PUSARAN.CO – Pemerintah membuka opsi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diterima oleh masyarakat dari desil bawah, dan anak dari keluarga mampu tidak lagi menerimanya. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. “Tapi betul dia bilang bahwa yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan, Minggu (19/7/2026).
Data penerima manfaat diperbaiki Agustina mengatakan, Prabowo ingin data penerima manfaat diperbaiki hingga data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Semua kajian, kata Agustina, diminta untuk dilakukan dengan benar dan tidak terburu-buru
DPR sambut baik rencana BGN untuk melakukan refocusing Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menyambut baik rencana BGN untuk melakukan refocusing dan penataan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yahya menilai, BGN sebaiknya memfokuskan penerima manfaat MBG untuk balita hingga anak SMP. “Yang perlu mendapat perhatian asupan gizi secara serius yaitu balita, anak-anak PAUD, SD dan SMP. Karena mereka masih dalam masa pertumbuhan yang memerlukan asupan gizi yang tinggi,” kata Yahya, saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026). Dia mengusulkan, BGN untuk mempertimbangkan agar siswa SMA tidak lagi mendapat MBG. “Jika BGN ingin melakukan refocusing yang perlu dipertimbangkan untuk tidak dikasih MBG adalah siswa-siswa SMA karena masa pertumbuhannya sudah tidak terlalu terpengaruh dengan tambahan asupan gizi,” ujar dia.












