HeadlineNEWS

Semangat Kemerdekaan Menggema Lewat Goyang Wajan dan Kirab Busana Adat

PUSARAN.CO – dara segar menyapa Lapangan Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, suasana yang biasanya formal dan sarat dengan ritme birokrasi mendadak berubah menjadi lautan warna merah dan putih. Puluhan pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (ASN) Kemenag Pusat membaur tanpa sekat, mengenakan busana bertema kemerdekaan untuk menyambut Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Tampak di barisan terdepan, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Penasihat dan Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, serta jajaran Pejabat Eselon I dan II. Senyum merona dan semangat kebersamaan mengawali derap langkah giat senam kesegaran jasmani pagi itu.

Bukan sekadar ajang pelepasan penat di tengah padatnya agenda pelayanan keagamaan, giat olahraga bersama ini membawa pesan tentang kesehatan sebagai fondasi pengabdian.

Usai senam, Sekjen Kamaruddin Amin mengutip pepatah Arab yang begitu menggugah: “Al-Shihhatu taajun ‘ala ru’uusi ash-shihhati, la yaraaha illa al-mardha” — Kesehatan adalah mahkota yang bertengger di atas kepala orang-orang sehat, tidak terlihat kecuali oleh mereka yang sedang sakit.

“Kesehatan adalah the most precious asset we have, aset paling mewah dan berharga yang kita miliki. Hari ini, Alhamdulilah, di tengah kesibukan kita yang sangat luar biasa, kita masih meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. Ini adalah bentuk rasa syukur,” ujar Kamaruddin.

Sekjen menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadi role model dalam mengimplementasikan literasi hidup sehat di tengah masyarakat. “Kita tidak hanya berdoa untuk sehat, tapi juga harus menjaga pola hidup bugar. Kemenag diharapkan memberi teladan nyata. Hanya dengan tubuh yang bugar dan jiwa yang sehat, kita bisa menjalankan amanah tugas dan pelayanan publik dengan optimal,” tambahnya.

Kehangatan acara kian buncah saat Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menyapa peserta. Dengan gaya komunikatif dan penuh keakraban, Wamenag melempar kuis lagu-lagu nasional. Suasana mendadak riuh meriah ketika para ASN saling mengacungkan tangan, berebut mikrofon untuk melantunkan tembang-tembang kebangsaan yang membakar semangat kepahlawanan.

Lomba Memasak

Keseruan tak berhenti di lapangan senam. Seusai menguras keringat, arena kegiatan disulap menjadi ‘dapur terbuka’ untuk Lomba Memasak Nasi Goreng unik. Unik, karena seluruh koki yang berlaga adalah para pria pejabat Eselon I Kemenag serta perwakilan Pengelola Masjid Istiqlal, sementara jajaran ibu-ibu DWP dan ASN perempuan bertindak sebagai pengawas dan tim penilai.

Pemandangan tak biasa pun tersaji. Para Dirjen yang biasa berkutat dengan dokumen kebijakan dan mimbar formal, hari itu tampak cekatan menyingsingkan lengan baju. Terlihat Dirjen Bimas Islam, Dirjen Bimas Hindu, Plt. Dirjen Bimas Katolik, hingga Kepala BMBPSDM bahu-membahu dari nol: mengupas bawang, memotong bumbu, mengaduk nasi di atas wajan besar, hingga meracik seni penyajian (plating).

Uniknya, nama-nama hidangan yang disajikan syarat akan pesan-pesan kunci kebijakan strategis Kementerian Agama. Di atas meja saji, terhidang Nasi Goreng Moderasi, Nasi Goreng Kerukunan, hingga Nasi Goreng Berdampak. Sebuah pesan simbolis bahwa diplomasi kerukunan dan pelayanan publik yang berdampak bisa dihadirkan dari kesederhanaan meja makan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Sekjen Kamaruddin Amin turut berkeliling mencicipi hasil olahan para pejabatnya. Sambil menyusuri stan memasak, Menag sesekali menyapa dan bersenda gurau.

“Masak nasi goreng apa ini Pak Dirjen? Sudah sampai mana prosesnya?” sapa Menag hangat, disambut gelak tawa dan sorak-sorai para pendukung Eselon I yang riuh memberi semangat dari pinggir lapangan.

Panggung Kebinekaan dan Semangat Pahlawan

Kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di Kemenag ditutup dengan Lomba Fashion Show Pakaian Adat Nusantara. Tak kurang dari 30 peserta tampil memukau menyusuri red carpet yang dibentangkan di tengah lapangan.

Para peserta memeragakan aneka ragam busana adat dari Sabang sampai Merauke, mencerminkan indahnya kebhinekaan bangsa yang menjadi pilar Moderasi Beragama. Beberapa peserta bahkan tampil kreatif dengan kostum replika pahlawan nasional, lengkap dengan atribut hiasan khas yang memancing apresiasi dan tepuk tangan meriah dari penonton.

Peringatan Hari Kemerdekaan di Lapangan Banteng hari itu bukan sekadar perayaan rutin tahunan. Ia menjadi panggung perekat kebersamaan, penegas komitmen hidup sehat, serta cermin kebinekaan yang dirawat dengan penuh sukacita oleh seluruh keluarga besar Kementerian Agama hingga siang menjelang.(***)

 

Related Posts

1 of 919