PUSARAN.CO – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menekankan pentingnya penguatan kapasitas substansial bagi seluruh Pejabat Fungsional Pranata Humas Kemenag. Insan kehumasan diminta tidak hanya mahir dalam aspek teknis komunikasi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap agenda strategis pemerintah.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan Pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag. “Saya berharap kita semua memiliki kepekaan substansial (sense of sensitivity) serta pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi Kementerian Agama. Bahkan, kita juga harus mengetahui program-program prioritas nasional, program prioritas Bapak Presiden, dan program prioritas Kementerian Agama, agar kita dapat memosisikan diri dan menyampaikannya secara berkualitas,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Sekjen, kepekaan substansial menjadi kunci utama agar Humas Kemenag mampu memetakan isu, merancang strategi komunikasi yang tepat, serta menyosialisasikan berbagai capaian dan kebijakan keagamaan secara presisi kepada masyarakat.
Proaktif Membanjiri Ruang Publik dengan Narasi Positif
Sekjen mengingatkan agar Pranata Humas Kemenag tidak hanya bersikap reaktif saat menghadapi dinamika isu di masyarakat, melainkan harus mengambil inisiatif secara proaktif dalam menyebarkan good practices (praktik-praktik baik) keagamaan.
“Isu di bidang keagamaan ini sangat besar dan masif, dan kita adalah pemain utamanya. Kita berharap ruang publik kita, baik di media mainstream maupun media sosial, dipenuhi oleh berita-berita positif dan informasi tentang praktik baik yang telah dilakukan oleh umat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kemenag memegang peran sentral sebagai the guardian of faith atau penjaga nilai-nilai keagamaan. Karena itu, setiap kerja sama dan pembinaan yang dilakukan Kemenag bersama masyarakat harus mampu dikomunikasikan secara profesional, bermutu, dan masif.
Menjadi Game Changer Menuju Indonesia Emas 2045
Sekjen Kemenag mendorong insan humas untuk membangun jejaring internal dan eksternal, melakukan inovasi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia menilai peran humas sangat penting dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja kementerian kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sehebat apa pun kinerja dan program kebaikan yang telah dilakukan oleh Kemenag, hal tersebut tidak akan dirasakan keberadaannya oleh publik jika tidak dikomunikasikan dengan baik.
“Kinerja Kementerian Agama harus terus memberikan dampak positif dan menjadi game changer terhadap perubahan serta transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita bersama-sama menjaga komitmen, bersinergi, dan berkolaborasi agar Kemenag semakin dicintai oleh umat dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag, penguatan koneksi antarhumas dan peningkatan kepekaan terhadap isu keagamaan diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi publik yang lebih efektif, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.(***)











