JAKARTA – Ketua Umum Relawan ALL Cipayung Prabowo-Gibran, David Pajung, menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap ajakan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk memperkokoh persatuan nasional di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pidato Dasco dalam peluncuran buku karya Syahganda Nainggolan bertajuk Menggugat Republik serta Seminar Nasional “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan” di Aula Barat ITB, Bandung, Kamis, 5 Maret 2026 lalu. Dalam forum itu, Dasco menekankan pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah tantangan demokrasi dan ketimpangan pembangunan.
David menilai, seruan Dasco merupakan wujud nyata keberpihakan terhadap nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. Ia menyebut, dalam situasi saat ini, fenomena saling serang dan polarisasi di media sosial justru memperlemah upaya kolektif dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Fenomena saling maki dan menyudutkan, baik oleh aktivis maupun kelompok politik, sangat tidak produktif. Apalagi saat pemerintah sedang fokus mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar David dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, konsep Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu memberikan dukungan secara kolektif tanpa terjebak dalam sekat perbedaan politik maupun sosial.
Lebih lanjut, David juga menyoroti peran Dasco sebagai pimpinan DPR RI yang dinilai responsif terhadap aspirasi publik. Ia mencontohkan langkah Dasco dalam merespons gelombang demonstrasi mahasiswa dan aktivis pada Agustus 2025 yang sempat memicu ketegangan sosial politik.
“Jika saat itu tidak ada respons cepat dari pimpinan DPR RI, potensi eskalasi konflik bisa lebih besar. Peran beliau sangat penting dalam meredam situasi,” katanya.
Sementara itu, dalam pidatonya di ITB, Dasco menilai buku Menggugat Republik sebagai refleksi kritis terhadap praktik demokrasi yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan keadilan, khususnya dalam aspek ekonomi. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya soal prosedur, tetapi juga harus mampu menjamin distribusi kesejahteraan secara merata.
“Demokrasi juga meniscayakan keadilan, terutama keadilan ekonomi. Tanpa itu, kohesi sosial bisa tergerus,” ujar Dasco di hadapan peserta seminar.
Dalam kesempatan tersebut, Dasco juga mengajak masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan nasional guna mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjalankan program-programnya. Ia menilai, selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas nasional.
“Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa lama waktu yang diperlukan agar masyarakat sipil bersatu, memperkuat persatuan nasional, agar pemerintah memiliki ruang untuk menunaikan janji-janji kepada rakyat,” katanya.
Selain itu, Dasco turut menyinggung persoalan struktural, termasuk perizinan pertambangan yang dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi negara. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha pertambangan yang tidak menguntungkan kepentingan nasional.
Pidato tersebut menutup rangkaian seminar yang berlangsung dinamis dan penuh pertukaran gagasan, sekaligus menegaskan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

















