PUSARAN.CO – “Jutaan pengungsi Palestina masih bergantung pada UNRWA. Karena itu, UNRWA harus dapat terus menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif,” tegas Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Ministerial Meeting in Support of UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York (24/09).
Pelaksanaan mandat UNRWA terus menemui berbagai hambatan, termasuk pengambilalihan paksa Kalandia Training Center di Yerusalem Timur oleh Israel. Merespon tindakan ini, Indonesia mengecam serangan dan gangguan terhadap personel, fasilitas, dan operasi UNRWA.
Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional untuk melindungi personel dan fasilitas UNRWA. “Masyarakat internasional juga harus memastikan adanya dukungan pendanaan yang berkelanjutan agar UNRWA dapat menjalankan mandatnya secara efektif,” lanjut Menlu Sugiono.
Tahun ini, Indonesia akan kembali memenuhi komitmen kontribusi tahunan sebesar USD 1,2 juta kepada UNRWA. “Selain dukungan pendanaan, kita juga harus menjaga mandat dan kredibilitas UNRWA bagi rakyat Palestina,” ujar Menlu Sugiono.
Menlu RI tegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung fungsi dan tugas UNRWA sesuai dengan mandat yang diberikan. Bagi Indonesia, UNRWA memiliki peran penting dalam memastikan jutaan pengungsi Palestina tetap mendapatkan bantuan dan layanan dasar yang dibutuhkan.
Ministerial Meeting in Support of UNRWA mempertemukan negara-negara dan mitra internasional guna memperkuat dukungan politik dan pendanaan bagi UNRWA di tengah meningkatnya tantangan terhadap pelaksanaan mandatnya.(***)











