HOTELBET slot preparation.lsrs.lu
DAERAHNEWS

Investasi Besar di Banten, Pemprov Benahi Skill Tenaga Kerja dan Kemitraan UMKM

BANTEN – Realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai Rp66,3 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut menempatkan Banten dalam lima besar nasional. Namun, Pemerintah Provinsi Banten menyoroti tantangan penting, yakni memastikan besarnya investasi berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Persoalan tersebut menjadi pembahasan utama dalam Forum Dialog Strategis Road to Banten Investment Forum (BIF) 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, Rabu (30/9/2026).

Forum tersebut mengangkat tema “Penguatan Kemitraan Usaha dan Penyiapan SDM Vokasi Siap Kerja untuk Mendukung Investasi Berkualitas di Provinsi Banten”.

Pembahasan difokuskan pada upaya mengatasi berbagai hambatan investasi, sekaligus memastikan pertumbuhan penanaman modal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Investasi juga perlu memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi lokal.

Kesenjangan Keterampilan Jadi Tantangan Investasi Banten

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah skill gap atau kesenjangan keterampilan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mendorong tenaga kerja lokal agar mampu memanfaatkan peluang kerja yang tercipta dari masuknya investasi ke Banten.

Karena itu, penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dinilai penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

Selain menyiapkan tenaga kerja, pemerintah juga mendorong perluasan kemitraan antara perusahaan berskala besar dengan pelaku UMKM lokal. Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi usaha daerah untuk masuk ke dalam rantai pasok industri.

Pemprov Banten Petakan Tiga Agenda Prioritas

Dalam forum dialog strategis tersebut, terdapat tiga agenda yang menjadi perhatian untuk memperkuat ekosistem investasi di Banten.

Pertama, memperluas kemitraan antara industri berskala besar dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM.

Kedua, meningkatkan kesesuaian kompetensi sumber daya manusia (SDM) vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Ketiga, mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi, terutama yang berkaitan dengan persoalan lahan, regulasi, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.

Ketiga agenda tersebut diharapkan menjadi landasan koordinasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

BI Banten Siap Perkuat Sinergi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian daerah.

Menurutnya, kondisi pengendalian inflasi Banten yang terjaga selama enam triwulan terakhir menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme terhadap perekonomian daerah.

BI Banten juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung upaya penyelesaian berbagai kendala investasi.

Sementara itu, Asisten Daerah III Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, memandang forum Road to BIF 2026 sebagai langkah koordinasi untuk mengidentifikasi dan memitigasi persoalan yang dapat menghambat perkembangan investasi.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan tidak hanya menjaga iklim usaha, tetapi juga mendorong manfaat investasi yang lebih luas bagi masyarakat.

Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

Besarnya realisasi investasi Banten menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian daerah. Namun, manfaat tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menghubungkan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal.

Penguatan pendidikan vokasi, perluasan kemitraan UMKM, dan percepatan penyelesaian hambatan investasi menjadi bagian dari upaya tersebut.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan lembaga pendidikan, Pemerintah Provinsi Banten berharap pertumbuhan investasi dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan daya saing UMKM, serta menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Related Posts

1 of 951