HOTELBET slot preparation.lsrs.luslot
HeadlineNEWS

Mewakili Menag, Delegasi Kementerian Agama Bicara Khairu Ummah pada Konferensi ASEAN di Kamboja

PUSARAN.CO – Kementerian Agama mengutus dua delegasi dalam konferensi keagamaan tingkat ASEAN di Kamboja. Keduanya adalah Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M Hanafi dan Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yapid.

Dua delegasi ini hadir mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendapat undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi untuk menjadi salah satu pembicara dalam konferensi keagamaan tersebut.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Kementerian Islam dan Dakwah Kerajaan Arab Saudi. Acara yang berlangsung tiga hari, 4–6 Oktober 2026, ini mempertemukan sejumlah delegasi dan tokoh keagamaan dari negara ASEAN untuk membahas isu strategis terkait kehidupan umat Islam serta penguatan kerja sama keagamaan di kawasan. Konferensi ini mengangkat tema “Khairun Ummah” atau sebaik-baiknya umat.

“Kami hadir mewakili Menteri Agama. Konferensi ini membahas upaya membangun kehidupan umat Islam yang mengedepankan nilai-nilai moderasi, toleransi, kedamaian dan kemaslahatan bersama,” terang Bunyamin Yapid di Kamboja, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kehadiran delegasi Indonesia dalam forum ini penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki pengalaman dalam mengembangkan kehidupan keagamaan yang mengedepankan moderasi beragama.

“Forum ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan antarnegara ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keagamaan di tengah perkembangan sosial yang semakin dinamis,” sebut Bunyamin.

“Saya hadir bersama Direktur Penais, Muhlis Hanafi, mewakili Menteri Agama sebagai delegasi Indonesia untuk ikut sumbang saran dan pengalaman, serta praktik baik terkait moderasi beragama,” sambungnya.

Bunyamin berharap, pembahasan mengenai Khairu Ummah ini dapat mendorong lahirnya pemikiran dan kerja sama yang semakin kuat dalam mewujudkan umat yang tidak hanya unggul dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan kemajuan masyarakat.

“Konferensi ini diharapkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat hubungan antarnegara ASEAN dalam membangun kehidupan umat yang damai, moderat, toleran dan berorientasi pada kemaslahatan,” tandasnya.(***)

 

Related Posts

1 of 974