NEWSPemerintahan

Pemkot Surabaya Hadirkan Rusunami Khusus GenZ, Hunian Terjangkau untuk Anak Muda

 

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan solusi hunian bagi generasi muda melalui program rumah susun sederhana milik (Rusunami) dengan harga terjangkau dan konsep lebih modern. Program ini menyasar generasi Z, khususnya pasangan muda yang baru menikah, di tengah keterbatasan lahan dan tingginya harga properti di kota tersebut.

Melalui program ini, Pemkot Surabaya berharap generasi muda tetap dapat tinggal dan berkembang di kotanya sendiri tanpa terbebani harga properti yang tinggi. Rusunami Gen Z pun menjadi langkah konkret dalam menciptakan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, rusunami ini akan dibangun di tiga lokasi strategis, yakni Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel. Berbeda dari rumah susun pada umumnya, setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur agar tetap nyaman bagi keluarga muda yang mulai berkembang.

“Konsep dua kamar ini kami siapkan agar penghuni tetap nyaman meskipun sudah memiliki anak. Kami ingin generasi muda tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga hunian yang layak,” ujar Eri dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Dari sisi harga, Pemkot Surabaya menargetkan rusunami ini berada di bawah harga apartemen komersial, dengan kisaran di bawah Rp500 juta. Bahkan, beberapa unit diproyeksikan dapat dijual mulai Rp100 juta hingga Rp200 juta, tergantung tipe dan lokasi. Skema pembiayaan juga disiapkan melalui kerja sama dengan perbankan, dengan bunga sekitar 5 persen dan tenor hingga 20 tahun agar dapat dijangkau masyarakat berpenghasilan setara upah minimum.

Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sosial Pemkot, termasuk program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki kesempatan hidup lebih baik, termasuk dalam kepemilikan hunian.

Untuk menekan harga, pembangunan akan memanfaatkan lahan milik pemerintah kota dengan skema hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL). Skema ini memungkinkan masyarakat memiliki unit hunian dengan harga lebih terjangkau tanpa mengurangi kepastian hukum.

Eri menegaskan, program ini berbeda dengan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Rusunami ditujukan bagi warga yang sudah lebih mandiri secara ekonomi dan siap memiliki hunian, sekaligus mendorong mobilitas sosial. Warga Rusunawa nantinya diarahkan beralih ke Rusunami saat kondisi ekonomi mereka meningkat.

Selain itu, program ini juga diprioritaskan bagi warga Surabaya, terutama pasangan muda, serta kalangan aparatur sipil negara (ASN), petugas kebersihan, dan tenaga lapangan yang belum memiliki hunian. Lokasinya yang dirancang terintegrasi dengan transportasi umum diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Related Posts

1 of 796