PUSARAN.CO – Bertahan di tengah persaingan bisnis saja tidak cukup. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memiliki strategi untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun kemitraan, hingga mengembangkan bisnis menjadi perusahaan yang lebih besar.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Ulang Tahun Emas HIPPI di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Dalam momentum lima dekade perjalanan organisasi tersebut, Ketua Bidang Sosial dan Bencana Alam DPD HIPPI Jawa Barat, Ramzi, mendorong pengusaha lokal agar tidak hanya bertahan di skala UMKM, tetapi juga berani mengembangkan usaha menjadi lebih besar dan memiliki daya saing di pasar yang semakin luas.
Menurut Ramzi, pengusaha lokal memiliki peluang untuk berkembang apabila didukung ekosistem bisnis yang tepat, termasuk jaringan kemitraan, peningkatan kompetensi, dan kesempatan untuk bekerja sama dengan pengusaha yang telah lebih dahulu berkembang.
Bukan Sekadar Bertahan, UMKM Perlu Berani Naik Kelas
Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM adalah bagaimana mengubah usaha yang semula berskala kecil menjadi bisnis yang berkelanjutan dan mampu menjangkau pasar lebih luas.
Tidak sedikit pelaku usaha yang telah memiliki produk dan pelanggan, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam memperluas distribusi, meningkatkan kapasitas produksi, membangun manajemen profesional, maupun menjalin kerja sama dengan mitra bisnis yang lebih besar.
Ramzi menilai, pengusaha lokal perlu mengubah pandangan bahwa pengusaha pribumi hanya bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menurutnya, pengusaha lokal juga memiliki kesempatan untuk membangun bisnis berskala besar, menciptakan lapangan kerja, serta mengambil peran lebih strategis dalam perekonomian nasional.
Ia mencontohkan pengusaha Indonesia yang berhasil membangun usaha besar sebagai inspirasi bagi pelaku bisnis lainnya agar berani mengembangkan kapasitas dan memperluas ambisi usahanya.
“Target kita adalah bagaimana pengusaha pribumi tidak hanya dipandang sebagai pelaku UMKM, tetapi juga mampu berkembang menjadi pengusaha besar,” ujar Ramzi.
Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan skala bisnis membutuhkan proses. Pelaku usaha perlu memperkuat kualitas produk, memahami kebutuhan konsumen, memperbaiki pengelolaan keuangan, serta membangun sistem operasional yang mampu mendukung pertumbuhan.
Dengan fondasi bisnis yang lebih kuat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar baru dan menjalin kemitraan dengan perusahaan yang lebih mapan.
Kolaborasi Bisnis Bisa Membuka Peluang Baru
Selain penguatan kapasitas internal, jaringan bisnis menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha.
Melalui HIPPI, pengusaha yang sedang merintis bisnis diharapkan dapat bertemu dengan pengusaha yang telah memiliki pengalaman, jaringan distribusi, maupun akses ke pasar yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha, pertukaran pengetahuan, pengembangan produk, hingga kemitraan dalam rantai pasok.
Ramzi menjelaskan bahwa HIPPI berupaya menjadi wadah yang mempertemukan pengusaha untuk saling mendukung dan menciptakan peluang bisnis bersama.
“Visi kita adalah mengangkat pengusaha pribumi agar bisa berkolaborasi, sukses, dan sejahtera bersama. Melalui organisasi ini, kita menjahit hubungan antarpengusaha—melihat siapa yang bisa dibantu, diajak bermitra, dan saling memberikan dukungan,” lanjutnya.
Bagi pelaku UMKM, pendekatan ini penting karena pertumbuhan bisnis tidak selalu harus dimulai dengan membuka cabang atau mengeluarkan investasi besar.
Dalam kondisi tertentu, kemitraan dengan pelaku usaha lain dapat menjadi jalan untuk memperluas distribusi, mendapatkan pemasok yang lebih baik, menjangkau pelanggan baru, atau meningkatkan kapasitas produksi.
Meski demikian, setiap kerja sama tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Pelaku usaha perlu memastikan pembagian tanggung jawab, perhitungan biaya, kesepakatan pembayaran, dan manfaat kemitraan ditetapkan secara jelas.
HIPPI Jawa Barat Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi
Upaya meningkatkan daya saing pengusaha tidak hanya berkaitan dengan modal dan jaringan bisnis. Kualitas sumber daya manusia serta profesionalisme pengelolaan usaha juga menjadi faktor penting.
Dalam pemberitaan mengenai Rakernas III dan HUT Emas HIPPI, Ramzi menyampaikan bahwa DPD HIPPI Jawa Barat menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi anggota serta pelaku usaha lokal.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, daya saing, dan kemampuan pengelolaan bisnis.
Bagi UMKM, peningkatan kompetensi dapat membantu pemilik usaha memahami standar kerja, memperbaiki proses operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mempersiapkan bisnis untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Sertifikasi kompetensi juga dapat menjadi nilai tambah dalam konteks tertentu, terutama ketika mitra usaha atau sektor industri mensyaratkan kualifikasi tertentu. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada jenis sertifikasi, kebutuhan pasar, dan penerapannya dalam kegiatan usaha.
Rencana pelatihan dan sertifikasi tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan HIPPI Jawa Barat untuk mendukung pengusaha lokal agar lebih siap menghadapi persaingan.
Bagi pelaku UMKM, peningkatan kemampuan sebaiknya berjalan seiring dengan pembenahan usaha sehari-hari, mulai dari pencatatan keuangan, pengendalian biaya, pengelolaan persediaan, hingga strategi pemasaran.
Apa yang Perlu Disiapkan UMKM untuk Naik Kelas?
Dorongan agar pengusaha lokal berkembang menjadi bisnis yang lebih besar perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Pelaku UMKM dapat mulai dengan beberapa hal mendasar.
Pertama, membenahi pencatatan keuangan agar pemilik usaha mengetahui omzet, biaya operasional, keuntungan, dan kebutuhan modal secara lebih akurat.
Kedua, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan sehingga usaha memiliki nilai pembeda serta mampu mempertahankan pelanggan.
Ketiga, memperluas jaringan bisnis dengan mencari pemasok, distributor, mitra produksi, komunitas pengusaha, atau calon pembeli yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Keempat, memperkuat kompetensi dan legalitas usaha sesuai dengan bidang yang dijalankan. Kesiapan administrasi dan standar operasional dapat membantu bisnis ketika ingin memasuki pasar atau menjalin kemitraan baru.
Kelima, memanfaatkan teknologi digital secara terukur untuk pemasaran, pengelolaan transaksi, pelayanan pelanggan, dan evaluasi kinerja bisnis.
Langkah-langkah tersebut tidak menjamin usaha langsung berkembang pesat. Namun, fondasi yang lebih tertata dapat membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya, bukan sekadar perkiraan.
HUT Emas HIPPI dan Harapan bagi Ekonomi Nasional
Peringatan 50 tahun HIPPI menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam mempertemukan pengusaha, memperluas jaringan usaha, serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku bisnis lokal.
Ramzi menegaskan bahwa keberhasilan pengusaha tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi pribadi, tetapi juga dari kontribusinya dalam membuka lapangan kerja dan memberikan kesempatan bagi pengusaha lain untuk berkembang.
Ia berharap pengusaha lokal dapat menjadi pemain utama di pasar domestik sekaligus memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global.
Bagi perekonomian nasional, berkembangnya UMKM menjadi usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan berpotensi memperkuat rantai pasok, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas dan efisiensi, organisasi pengusaha dapat memperluas akses pembinaan dan kemitraan, sedangkan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya berperan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Melalui Rakernas III dan HUT Emas ke-50, HIPPI menegaskan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas pengusaha sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi.
Bagi UMKM, pesan yang dapat dipetik cukup jelas: membangun usaha bukan hanya tentang bertahan hari ini, tetapi juga menyiapkan kemampuan, jaringan, dan strategi agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan pada masa mendatang.







