MALUKU – Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbuka untuk membuka kinerja guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi evaluasi yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait. Kamis, 2/4/2026).
Dalam arahannya, Wagub menekankan pentingnya setiap OPD menjelaskan pencapaian, kekurangan, serta kelebihan kinerja pada rapat evaluasi berikutnya. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar solusi yang dihasilkan dapat lebih komprehensif dan tepat sasaran.
“Pada pertemuan berikutnya, saya meminta setiap OPD memaparkan secara jelas kelebihan dan kekurangan kinerjanya. Dari situ kita bisa merumuskan solusi bersama untuk meningkatkan PAD secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar berbagai ide dan masukan yang muncul dalam rapat koordinasi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam langkah-langkah konkrit.
“Dengan PAD yang tumbuh optimal dan berkelanjutan, kita akan memiliki ruang fiskal yang mampu untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif di seluruh wilayah kepulauan Maluku. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa Maluku masih sangat bergantung pada Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Di tengah tantangan perekonomian global dan meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, Provinsi Maluku dituntut untuk memperkuat pendapatan daerah secara lebih mandiri.
“Kita harus bisa menggenjot kemampuan fiskal untuk menopang rencana pembangunan di Maluku,” tegas Wagub.
Berdasarkan laporan, target PAD murni Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025 adalah Rp846,271 miliar, dengan realisasi 74,27% atau Rp628,56 miliar.
“Capaian ini patut diapresiasi, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi agar kita mengetahui akar permasalahan dan dapat melakukan perbaikan,” ujar Wagub.
Dari sektor pajak daerah-termasuk pemberlakuan opsen pajak ke kabupaten/kota target yang ditetapkan sebesar Rp474,167 miliar, dan berhasil terealisasi 98,44% atau Rp466,777 miliar. Sementara dari sektor retribusi daerah, target Rp55,224 miliar baru tercapai 55,87% atau Rp30,856 miliar.
“Capaian ini masih jauh dari harapan dan memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal optimalisasi,” jelasnya.
Di akhir perayaannya, Wagub memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap sinergi antarperangkat daerah terus diperkuat agar target peningkatan PAD dapat tercapai secara maksimal.

















