Semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang.
Tahun 2026 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Indonesia Regulatory Compliance Awards atau IRCA. Dalam perjalanannya, Hukumonline melihat perkembangan yang sangat positif, baik dari sisi partisipasi maupun kualitas implementasi kepatuhan yang ditunjukkan oleh para perusahaan yang berpartisipasi.
Chief Media & Engagement Hukumonline, Amrie Hakim mengatakan pada penyelenggaraan sebelumnya, lebih dari 100 perusahaan dari 20 sektor industri berpartisipasi dalam IRCA. Sementara pada tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 131 perusahaan dari 23 sektor industri turut ambil bagian.
“Hal ini menunjukkan peningkatan partisipasi sebesar 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Amrie Hakim saat menyampaikan IRCA 2026 Report di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jum’at (22/5) malam.
Namun, menurutnya, lebih dari sekadar angka partisipasi, pihaknya juga melihat adanya tren peningkatan kualitas praktik kepatuhan yang semakin signifikan. Hal tersebut tercermin dari bertambahnya jumlah perusahaan yang berhasil meraih kategori Sapphire dan Diamond pada tahun ini.
“Ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang,” tambahnya.
Seiring dengan perkembangan tersebut, kata Amrie, Hukumonline terus melakukan penyempurnaan, baik dari sisi format acara maupun metodologi penilaian. Dari sisi format, tahun ini IRCA tidak hanya menghadirkan Awards dan Breakout Discussion, tetapi juga dilengkapi dengan Regulatory Compliance Summit.










