HOTELBET slot dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk
HeadlineNEWS

Dari Suka Bicara, Nadia Bawa Pesan Kebaikan dari Sabang ke Australia

PUSARAN.CO – Ada alasan sederhana yang mengantarkan Nadiaturrahmi memilih menjadi Penyuluh Agama Islam, ia suka berbicara.

Kegemaran itu, yang dulu mungkin hanya dianggap sebagai kebiasaan biasa, kini justru menjadi jalan baginya untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat. Sejak 2025, Nadia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama (Kemenag) dan menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Basic-nya karena saya suka ngomong, lebih lagi penyuluh agama Islam adalah sarana untuk saya dalam menyebarkan omongan-omongan baik,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Bagi dara 26 tahun itu, menjadi penyuluh bukan sekadar menjalankan sebuah profesi. Itu memberikan ruang lebih baginya untuk bisa bertemu masyarakat, mendengarkan, berbagi pengetahuan, sekaligus menyampaikan nilai-nilai agama dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kini, ruang itu akan membawanya melangkah lebih jauh. Senin, 14 September 2026, Nadia menerima kabar bahwa dirinya terpilih sebagai salah satu dari 12 delegasi Indonesia dalam Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2026. Ia menjadi bagian dari peserta yang akan mengikuti program yang dilaksanakan oleh Deakin University Australia, setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 2.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Kabar itu, diakuinya, datang di luar perkiraan. “Jujur terkejut, saya tidak menyangka bisa terpilih sebagai delegasi Indonesia di antara 2.000 lebih pendaftar. Alhamdulillah, bersyukur,” katanya.

Untuk sampai pada titik tersebut, gadis asal Gampong Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh itu harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Dimulai dari pendaftaran, pengunggahan curriculum vitae (CV) dan penulisan esai, kemudian seleksi administrasi, wawancara, hingga akhirnya pengumuman peserta yang dinyatakan lulus.

Ketertarikannya mengikuti AIMEP berangkat dari rasa ingin tahu yang sederhana pula, bagaimana Islam dipahami dan dijalankan dalam masyarakat Australia yang memiliki latar belakang multikultural.

Nadia ingin melihat langsung bagaimana kehidupan Muslim di Australia, terutama dari sisi keberagaman dan interaksi antarkelompok. Pengalaman itu nantinya ingin ia bawa pulang untuk memperkaya cara pandangnya sebagai penyuluh agama di Sabang.

“Saya ingin memperluas wawasan tentang Islam dari sudut pandang orang Australia, terutama bagaimana Islam hadir dalam masyarakat yang multikultural,” ujarnya.

Nadia dijadwalkan berangkat ke Australia 17 Oktober mendatang. Program akan berlangsung di Melbourne dan Sydney. Sebelum itu, berbagai persiapan masih harus diselesaikan, mulai dari pengurusan visa hingga dokumen pendukung lainnya.

Namun, bagi Nadia, perjalanan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk pergi ke luar negeri. Ada sesuatu yang ingin dibawa pulang.

Selama menjalankan tugas sebagai penyuluh, ia telah terlibat dalam berbagai aktivitas pembinaan masyarakat, salah satunya melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Awja. Di sana, anak-anak belajar dasar-dasar ilmu agama, baca tulis Al-Qur’an, sekaligus pembentukan akhlak.

Nadia ingin pengalaman di Australia nantinya dapat memperkaya aktivitas-aktivitas semacam itu. Wawasan baru tentang keberagaman Islam dan pengalaman bertemu komunitas Muslim dari latar berbeda akan menjadi bekal bagi Nadia untuk kembali menjalankan tugasnya di Sabang.

Karena itu, sejak sekarang ia memilih mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Harus well-prepared dari sekarang,” kata Nadia yang juga alumnus Pesantren Babun Najah dan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Langkah Nadia mendapat apresiasi dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Sabang. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kankemenag Kota Sabang, Eriadi menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Nadia sebagai delegasi Indonesia. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap sebanyak mungkin pengalaman dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan ketika kembali ke Sabang.

Kepala KUA Kecamatan Sukakarya, Nazar Fuadi Nur juga menjadi salah satu pihak yang sejak awal memberikan dukungan kepada Nadia selama mengikuti proses seleksi.

Menurut Nazar, keberangkatan Nadia bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang hidup di tengah masyarakat Sabang.

“Semoga dengan adanya penyuluh agama Sukakarya yang go-internasional menjadi ajang unjuk diri dalam memperkenalkan nilai-nilai keislaman sesuai tradisi kearifan Kota Sabang yang identik dengan pariwisata ke kancah internasional. Dan ini menjadi studi pembanding langsung terhadap nilai keislaman pada pemuda yang ada di Australia,” pungkasnya.

Dari ujung barat Indonesia, Nadia akan membawa satu hal yang sejak awal membuatnya memilih jalan sebagai penyuluh, keinginan untuk menyampaikan pesan-pesan baik.

Bedanya, kali ini ia akan belajar lebih dahulu dari negeri seberang, sebelum kembali membawa cerita dan pengalaman itu pulang ke masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya.(***)

 

Related Posts

1 of 958