NEWS

AHY Dorong Pesawat N219 Jadi Andalan Penerbangan Perintis Nasional

PUSARAN.CO – Pemerintah berkomitmen memacu produksi pesawat N219 hasil pabrikan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI untuk dijadikan lini armada utama dalam melayani rute penerbangan perintis di berbagai wilayah di Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil guna menjawab tingginya kebutuhan konektivitas taktis di daerah pelosok, sekaligus memperkuat utilisasi produk dirgantara lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. “Nah N219 ini memiliki kapasitas dan kemampuan yang juga bisa dikatakan efektif untuk bisa bermanuver di kondisi geografi yang penuh dengan tantangan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Rbu (15/7/2026). AHY menambahkan, kehadiran pesawat jenis ini menjadi solusi konkret atas tingginya permintaan (demand) dari para gubernur, bupati, hingga wali kota di wilayah kepulauan dan Indonesia bagian timur yang belum terjangkau pesawat berbadan besar.

Dia menuturkan, kelebihan teknis N219 yang mampu beroperasi di landasan pacu (runway) sepanjang 800 meter dengan kondisi belum teraspal (unpaved) dinilai sangat cocok untuk membelah kawasan pegunungan dan hutan lebat. Di sisi lain, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menegaskan dukungan penuh dalam merealisasikan mandat pemanfaatan pesawat nasional tersebut di sektor penerbangan perintis.

“Kami sudah mendapat dukungan dari Bapak Wamen Perbuhungan untuk bagaimana pesawat N219 digunakan untuk penerbangan perintis, karena TKDN kami 45% dan kami juga twin engine,” kata Gita. Gita mengemukakan, tingginya potensi produksi armada baru ini ke depan secara otomatis akan mendongkrak pasar jasa perawatan pesawat, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) di dalam negeri. Karenanya, guna mendukung keberlanjutan produksi jangka panjang, PTDI berencana merelokasi fasilitas perakitan dan produksi pesawat N219 dari Bandung ke kawasan kedirgantaraan baru di Bandara Internasional Kertajati. “Pak Presiden telah memerintahkan 80 unit CN235 dan 30 unit N219 diproduksi di dalam negeri, dan nantinya ke depan, N219 fasilitas produksi ini akan dipindah ke Kertajati,” pungkasnya.

Related Posts

1 of 824