Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pembangunan konektivitas di Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada jalan tol. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan penguatan transportasi laut dan udara agar pembangunan lebih merata.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Ia menilai pendekatan pembangunan infrastruktur Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara-negara kontinental seperti Amerika Serikat, China, India, maupun Rusia yang bertumpu pada jaringan darat.
“Pembangunan tidak boleh Jawa sentris. Kita bukan negara kontinental, sehingga pembangunan konektivitas tidak bisa menggunakan resep negara-negara kontinental,” ujar AHY.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi antara jalur darat, laut, dan udara. Penguatan konektivitas antarpulau dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional.
AHY mengatakan tingginya biaya distribusi barang dan jasa masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah. Karena itu, efisiensi transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Semakin efisien biaya transportasi, maka biaya pembangunan bisa ditekan dan kita bisa lebih fokus pada pertumbuhan serta produktivitas,” katanya.
Selain konektivitas, AHY juga menyoroti aspek keselamatan transportasi yang menurutnya harus menjadi prioritas utama. Ia menyinggung sejumlah kecelakaan moda transportasi yang terjadi belakangan ini, khususnya pada sektor perkeretaapian.
“Keselamatan itu tidak ada duanya. Tidak hanya kereta, tetapi semua moda transportasi harus mendapatkan perhatian serius,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Ia mencontohkan bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu yang berdampak besar terhadap masyarakat maupun infrastruktur.
Pemerintah, lanjut AHY, kini juga tengah membidik pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer guna memperkuat konektivitas dan distribusi logistik di wilayah tersebut. Rencana itu masih dalam tahap kajian dan perencanaan matang dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
AHY menegaskan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan dan keadilan bagi seluruh wilayah Indonesia.
“Tanpa pemerataan, tidak ada gunanya pembangunan. Oleh karena itu, kita harus memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.











