WANGI-WANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi memperkuat kualitas demokrasi melalui kolaborasi lintas sektor. KPU resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wakatobi, serta Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi. Senin (13/4/2026) pagi
Penandatanganan yang berlangsung di Aula Epsilon Kantor KPU Wakatobi pukul 09.00–11.30 WITA itu menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pemilu yang tidak hanya administratif, tetapi juga substantif melalui penguatan literasi, edukasi, dan digitalisasi.
Ketua KPU Wakatobi, La Deni, menegaskan keberhasilan pemilu berintegritas tidak hanya diukur dari angka partisipasi di tempat pemungutan suara. Menurutnya, aspek literasi masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan pengawasan publik menjadi faktor kunci.
“Pemilu yang berkualitas lahir dari masyarakat yang paham, sistem yang transparan, dan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, Kemenag Wakatobi turut mendorong edukasi pemilih berbasis pendekatan keagamaan. Melalui jaringan penyuluhan hingga tingkat desa, Kemenag diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga suasana pemilu yang damai dan bebas dari konflik.
Kepala Kantor Kemenag Wakatobi menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas serta mendorong terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. “Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi fitnah dan kepentingan politik praktis dalam proses demokrasi,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wakatobi fokus pada penguatan sistem data melalui digitalisasi arsip kepemiluan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga rekam jejak demokrasi sekaligus memudahkan akses informasi publik melalui program literasi tematik pemilihan.
Di bidang akademik, ITBM Wakatobi menghadirkan pendekatan integratif antara teori dan praktik. Melalui kerja sama ini, mahasiswa berkesempatan mengikuti program magang di KPU, sekaligus mendukung penelitian dan pendidikan politik di kampus.
Wakil Rektor I ITBM Wakatobi menyebut kolaborasi tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. “Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga memahami langsung dinamika penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis rencana aksi serta penegasan komitmen bersama. KPU Wakatobi optimistis sinergi ini mampu menghadirkan proses demokrasi yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

















