DAERAHNEWS

Pawai Obor Paskah Tolikara Berlangsung Khidmat, Persaudaraan dan Damai Terpancar di Papua Pegunungan

 

TOLIKARA – Perayaan Paskah 2026 di Kabupaten Tolikara berlangsung penuh makna, menghadirkan suasana khidmat yang menyatu dengan semangat kebersamaan dan kedamaian. Ribuan umat Kristiani tumpah ruah mengikuti pawai obor di dua distrik, Karubaga dan Bokondini, dalam rangka memperingati kebangkitan Yesus Kristus. Minggu dini hari (5/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pusaran.co, di Distrik Karubaga, pawai obor dimulai sejak pukul 03.40 WIB dengan melibatkan sekitar 650 jemaat dari berbagai gereja, seperti Jemaat Eben Haezer, GIDI Yerusalem, hingga GIDI Ifar Gunung. Mengusung tema “Dia Mati, Dia Bangkit, Dia Hidup, Dia Yesus Kristus”, pawai ini menjadi simbol iman sekaligus wujud nyata persatuan lintas denominasi, mulai dari GIDI, GKI, Baptis, hingga Pantekosta.

Rute pawai melintasi sejumlah titik strategi kota dan berpusat di perempatan Tugu Salib, tempat umat berhimpun dalam doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Yakob Yikwa. Suasana haru dan khusyuk terasa saat cahaya obor memunculkan kegelapannya dini hari, seolah menjadi lambang harapan dan kehidupan baru.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyalaan api unggun dan ibadah subuh di Gereja Eben Haezer. Seluruh rangkaian acara berakhir pukul 05.59 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, ditutup dengan apel konsolidasi pengamanan aparat yang telah terjadi sejak awal kegiatan.

Sementara itu, di Distrik Bokondini, pawai obor juga berlangsung tak kalah semarak dengan partisipasi sekitar 170 jemaat dari GKI Solavide dan GIDI Yerusalem Bokondini. Dimulai pukul 04.40 WIT, pawai melewati rute dari Polsek Bokondini menuju Desa Mairini hingga kawasan Klasis Bogo sebelum kembali ke gereja.

Ibadah Paskah di wilayah ini dipimpin oleh Ketua Majelis GKI Solavid, Pdt. Yeny Tureay, dan berlangsung hingga pagi hari dalam suasana damai dan penuh penghayatan.

Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, menyampaikan apresiasi atas keberhasilannya pelaksanaan dua kegiatan besar tersebut. Ia menegaskan, kelancaran acara merupakan hasil sinergi yang kuat antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat. Ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi, kebersamaan, serta kedewasaan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di Tolikara,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga simbol keharmonisan sosial di Papua Pegunungan.

“Di tengah tantangan zaman, Tolikara menampilkan wajah damai Indonesia, di mana iman, persaudaraan, dan persatuan berjalan beriringan dalam terang Paskah,” tutupnya.

Related Posts

1 of 826