Langkah awal menghadirkan jalur kereta api pertama di tanah Kalimantan resmi bergulir, dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih sebagai titik mulanya. Proyek ambisius bernilai investasi sekitar Rp 25 triliun ini dirancang untuk menyatukan kawasan Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, mengungkapkan bahwa sinyal hijau proyek ini semakin kuat setelah salah satu investor nasional, intens menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah demi mengeksekusi Mega proyek tersebut.
“Insyaallah, investor yang akan menggarap jaringan kereta api ini segera masuk ke Kaltara. Rencana rutenya membentang mulai dari Malinau, melewati Tana Tidung, hingga berakhir di Tanjung Selor, Bulungan,” ungkap Zainal belum lama ini.
Kehadiran jalur rel ini membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi warga pedalaman dan kawasan perbatasan. Selama ini, mereka harus bertumpu pada jalur darat dan sungai yang memakan waktu perjalanan cukup melelahkan.
Ditarget Tersambung ke IKN
Ambisi Pemprov Kaltara tidak berhenti di wilayah mereka saja. Pemerintah daerah berharap rel kereta api ini nantinya terus memanjang hingga terintegrasi langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Zainal menambahkan, jaringan rel di Kaltara ini diproyeksikan menjadi pilar penting dari sistem transportasi terpadu yang akan mengikat seluruh wilayah di Pulau Borneo.
“Bahkan, impian besarnya adalah jalur ini bisa melesat hingga menembus perbatasan Brunei Darussalam dan Malaysia,” tuturnya optimistis
Jika Mega proyek ini sukses membentang, dampaknya tidak hanya sebatas memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di beranda terdepan Indonesia, serta memperkuat jalur logistik antarnegara.










