NEWS

Menko AHY Pastikan Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Sudah Capai 50 Persen

PUSARAN.CO-  Pemerintah memastikan pembangunan kompleks baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang dibangun pasca tragedi ambruknya gedung pada 2025 terus berjalan.

Hingga kini bangunan itu telah mencapai progres lebih dari 50 persen.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pembangunan yang menelan anggaran APBN sebesar Rp 122 miliar itu ditargetkan tuntas dalam beberapa bulan ke depan dengan tetap mengutamakan kualitas dan aspek keselamatan bangunan.

“Saat ini progresnya sudah lebih dari 50 persen. Dan tentunya kita harapkan, di beberapa bulan ke depan ini bisa kita tuntaskan,” ujar AHY saat meninjau pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Rabu (24/6).

Dalam kunjungannya, AHY meninjau langsung lokasi pembangunan yang berada di Jalan Siwalanpanji II sebelum bertemu para santri di area pondok pesantren. Ia menjelaskan, terdapat tiga bangunan utama yang sedang dikerjakan sebagai bagian dari revitalisasi Ponpes Al Khoziny.

Bangunan pertama berupa asrama santri yang mampu menampung sekitar 850 penghuni, mulai dari santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga sebagian ustad.

“Yang pertama adalah untuk hunian, untuk asrama, untuk tempat tinggal para santri. Itu bisa mengakomodasi sekitar 830-an atau 850-an santri,” jelasnya.

Selain asrama, pemerintah juga membangun masjid empat lantai yang dapat digunakan sekitar 1.200 jemaah secara bersamaan. Sementara bangunan ketiga berupa fasilitas pendidikan yang terdiri atas sejumlah ruang kelas dengan kapasitas sekitar 30 santri setiap kelasnya.

“Yang ketiga adalah bangunan pendidikan atau kelas-kelas yang akan disiapkan bagi para santri. Ada sekian kelas, setiap kelas itu bisa untuk 30-an santri,” katanya.

AHY mengungkapkan, seluruh pembangunan dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kontraktor pelaksana Waskita, serta tim konsultan terus melakukan pengawasan agar kualitas bangunan benar-benar sesuai ketentuan.

Related Posts

1 of 803