Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menerima kunjungan Gubernur Sherly Tjoanda bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan yang digelar membahas percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Maluku Utara, termasuk penguatan konektivitas wilayah dan pemerataan ekonomi.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Sofifi sebagai pusat pemerintahan, yang saat ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar seperti transportasi dan fasilitas publik.
Selain itu, dibahas pula proyek strategis Koridor Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi dengan kawasan industri Weda dan Buli. Proyek ini ditargetkan memangkas waktu tempuh dari beberapa jam menjadi sekitar satu jam, sekaligus memperkuat distribusi logistik dan pangan.
Dalam pemaparannya, Gubernur Sherly menyampaikan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,3 persen, didorong oleh hilirisasi nikel. Namun ia menekankan perlunya pemerataan kesejahteraan melalui infrastruktur yang lebih merata.
Maluku Utara juga disebut memiliki peran strategis dalam industri nikel nasional, dengan kontribusi besar terhadap produksi smelter dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik di masa depan.
Menanggapi hal tersebut, AHY menegaskan pemerintah pusat akan mengoordinasikan usulan daerah bersama Bappenas dan kementerian terkait agar pembangunan dapat dipercepat dan tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara sendiri mengajukan kebutuhan anggaran sekitar Rp 2,9 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, hingga infrastruktur dasar lainnya.
AHY menekankan pentingnya pembangunan terintegrasi dan berkelanjutan agar Maluku Utara dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.










