PUSARAN.CO – Pemerintah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas untuk mendukung pertumbuhan Bali.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pengembangan konektivitas menjadi salah satu fokus utama untuk menopang pariwisata dan aktivitas masyarakat.
AHY mengatakan pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan penataan ruang dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan di Bali.
Pada sektor transportasi, pemerintah akan mengembangkan angkutan massal, layanan water taxi di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar (Sarbagita), transportasi laut pesisir di Bali Selatan, serta sistem transportasi pengumpan (feeder) untuk mengintegrasikan layanan yang sudah ada.
AHY dikutip Kompas.com, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi pembangunan wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7).
Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan pemeliharaan dan pembangunan jalan sebagai infrastruktur dasar, terutama untuk meningkatkan akses menuju wilayah Bali utara, timur, dan barat.
Menurut AHY, percepatan pembangunan Bali membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta badan usaha milik negara (BUMN).
Karena itu, hasil rapat koordinasi akan ditindaklanjuti melalui evaluasi berkala guna memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana.
“Kami akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi,” kata AHY.
PENATAAN RUANG HINGGA PERUMAHAN RAKYAT
Selain infrastruktur, pemerintah juga menaruh perhatian pada penataan ruang agar pembangunan di Bali tetap berlangsung secara seimbang.
Menurut AHY, pengalokasian ruang harus mampu mengakomodasi kebutuhan sektor pariwisata, penyediaan perumahan bagi masyarakat, sekaligus menjaga lahan sawah agar tetap produktif.
“Seimbang antara alokasi untuk sektor pariwisata, kemudian juga untuk perumahan masyarakat. Dan di sisi lain, kita juga terus menjaga lahan sawah agar tetap produktif, karena kita juga harus memiliki ketahanan pangan karena pertumbuhan yang tinggi tadi,” tegasnya.
Pemerintah juga akan mendorong pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pengembangan kawasan berbasis budaya di Sesetan, Denpasar.
“Kita juga punya program untuk menghadirkan perumahan yang lebih layak dan juga terjangkau melalui program-program perumahan rakyat yang intinya adalah fokus pada membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah,” lanjutnya.
Di bidang lingkungan, sejumlah kementerian mendapat tugas memperkuat pengelolaan sampah, melindungi lahan pangan, mengintegrasikan perencanaan pembangunan, serta menyusun master plan pariwisata Bali.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Pulau Dewata di tengah tingginya aktivitas pariwisata, mulai dari kemacetan, persoalan sampah, hingga keterbatasan infrastruktur.
Menurut Koster, peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata Bali.











