Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya pelaku usaha nasional yang dinilai belum sepenuhnya menempatkan hasil keuntungan bisnisnya untuk kepentingan ekonomi dalam negeri.
Menurut Prabowo, berbagai fasilitas telah diberikan negara kepada dunia usaha, mulai dari akses perizinan hingga dukungan pembiayaan melalui bank milik pemerintah. Namun, ia menilai masih ada keuntungan usaha yang tidak kembali memperkuat perekonomian nasional.
Ia menegaskan pentingnya komitmen kebangsaan dalam pengelolaan ekonomi, agar kekayaan Indonesia tidak hanya berputar di luar negeri tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi lokasi aktivitas ekonomi tanpa nilai tambah yang signifikan bagi rakyat.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong program hilirisasi sebagai strategi penguatan ekonomi nasional. Sebanyak 13 proyek strategis tahap lanjutan di sektor energi, mineral, dan pertanian mulai dijalankan di Cilacap, Jawa Tengah, dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.















