Jakarta – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, disiapkan menjadi pusat perawatan pesawat C-130 Hercules untuk kawasan Asia, Kamis, 21 Mei 2026.
Rencana tersebut muncul setelah adanya tawaran kerja sama dari pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia terkait pengembangan pusat maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat Hercules di Asia.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat menawarkan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan pesawat Hercules untuk kawasan Asia.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat rapat bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto langsung menunjuk Bandara Kertajati sebagai lokasi yang dipersiapkan untuk proyek tersebut.
“Amerika menawarkan pusat pemeliharaan C-130 Hercules di Asia ditempatkan di Indonesia dengan pembiayaan dari mereka,” kata Sjafrie.
Apabila terealisasi, Kertajati akan menjadi pusat perawatan pesawat Hercules untuk kawasan Asia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri dirgantara dan pertahanan.
Selama ini Bandara Kertajati dikenal masih minim aktivitas penerbangan reguler. Bandara tersebut lebih banyak digunakan untuk penerbangan haji dan hanya melayani satu rute internasional menuju Singapura.
Kondisi itu dipengaruhi akses transportasi menuju bandara yang dinilai belum optimal. Lokasi Kertajati yang berada di Majalengka dan cukup jauh dari pusat Kota Bandung membuat jumlah penumpang belum maksimal.
Padahal, Kertajati memiliki fasilitas berskala besar dengan luas kawasan mencapai 1.800 hektare, terminal modern, serta landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu melayani pesawat berbadan besar.
Sebelumnya, pemerintah juga telah merencanakan pengembangan Kertajati sebagai kawasan aerospace dan industri penerbangan nasional.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Kertajati diproyeksikan menjadi pusat industri dirgantara di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya rencana pengembangan pusat MRO Hercules di kawasan Kertajati.
Menurut Rico, pemilihan Kertajati mempertimbangkan kesiapan fasilitas penerbangan serta luas lahan yang tersedia untuk pengembangan industri dirgantara ke depan.











